[Book Review] Just One Year, Gayle Forman

Leave a Comment
Judul: Just One Year
Penulis: Gayle Forman
Penerbit: Penguin Group (e-book)
Sekuel dari: Just One Day
Tahun Terbit: (Edisi) 2013
Rating: 4.5/5
Willem terbangun dari mimpi buruknya, di rumah sakit, di Paris. Dokter yang mengobatinya mengatakan bahwa ia dibawa oleh polisi dengan dugaan berkelahi. Willem tidak bisa mengingatnya dengan baik. Kepalanya terluka parah, bajunya yang bertuliskan 'SOS' berlumuran darah dan seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. Willem mencoba mengingat kejadian-kejadian sebelumnya. Ingatan itu muncul satu per satu, terputus-putus dan dalam bentuk yang samar. Namun, kepalanya semakin sakit. Dokter mengatakan bahwa Willem mengalami gegar otak ringan dan oleh sebab itu Willem mengalami kehilangan beberapa ingatannya yang terbaru. 

Willem berusaha membujuk dokternya agar ia dapat keluar dari rumah sakit tanpa harus menunggu ingatannya kembali sepenuhnya dan menunggu polisi Paris untuk melaporkan kejadian yang tidak bisa diingatnya itu. Dokter mengijikan ia keluar. Willem mengingat beberapa hal dengan samar. Perempuan berambut hitam dengan potongan bob, yang pintar berbahasa mandarin dan menceritakan padanya tentang sebuah kata dalam bahasa mandarin yang artinya 'double happiness'. Tulisan itu ia temukan dalam buku tulis yang ada dalam backpack miliknya. Ia ingat kata itu dituliskan oleh perempuan berambut bob hitam di atas kapal, kemarin saat mereka berlayar di atas kanal mengelilingi kota Paris. Tapi ia tidak ingat sepenuhnya, wajahnya, bahkan nama aslinya. Yang Willem ingat hanya Lulu dan itu sangat tidak membantu.

Lalu Willem kembali ke negara asalnya, Belanda. Ia mencoba mencari sosok Lulu dengan berbagai cara. Berkali-kali menyadari bahwa ia tak mungkin bisa menemukan Lulu hanya dengan beberapa informasi terputus-putus yang tersisa di memorinya. Tapi ia juga tidak sanggup untuk tidak mencari Lulu, sebab Lulu mengubah banyak hal dalam dirinya, dalam hidupnya dan keluarganya. Willem berkelana mencari Lulu hingga ke Meksiko, tempat yang ia ingat pernah diceritakan oleh Lulu sebagai tempat liburan ia dan keluarganya selama tahun baru. Ia tak bisa menemukan Lulu di sana. Merasa kehilangan, Willem pun terbang ke India untuk bertemu dengan ibunya, kembali 'pulang' dan memperbaiki hubungannya dengan ibunya. Willem mengalami banyak hal selama di India. Dan sepulang dari India, ia juga mendapatkan teman baru dan perkerjaan baru sebagai pemain teater untuk drama karangan Shakespare. Segalanya berubah dalam setahun, namun tidak pada keinginannya untuk mencari Lulu. 

Gayle Forman mengambil cara penulisan dari sudut pandang dua tokoh yang berbeda seperti pada novel If I stay dan Where She Went. Untuk kali ini, Just One Day, novel sebelumnya bercerita dari sudut pandang Lulu sementara di Just One Year menceritakan sudut pandang Willem. Namun, sama sekali tidak membosankan. Gayle Forman mampu membuat pembacanya betah berlama-lama membaca paragraf demi paragraf ceritanya dan membayangkan setiap perasaan dan situasi yang dideskripsikan di dalam novelnya. 

Just One Year memiliki ending yang menarik-menegangkan-mengharukan-menyenangkan-dan-membuat-kesal dalam waktu yang bersamaan. Dan masih ada lanjutannya dengan judul Just One Night. I can't wait!

Favorite Quotes:

"There’s a difference between losing something you knew you had and losing something you discovered you had. One is a disappointment. The other feels like losing a piece of yourself."
“And something tells me if it matters, maybe it shouldn't be easy.”
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments: