![]() |
Penulis : Syahmedi Dean
Penerbit : Gramedia
Terbit : September 2014
Tebal : 224 hlm
Rating: 3.2/5
|
Pangeran Kertas bercerita tentang Nania, putri semata wayang dari artis terkenal ibu kota. Masalah keluarganya membuat Nania seperti tidak memiliki tempat bercerita, selain dua sahabatnya Lilu dan Deta. Ayahnya terlalu sibuk dengan jadwalnya sebagai artis papan atas dan ibunya yang memiliki emosi labil membuatnya tidak cukup nyaman untuk bercerita apa-apa pada perempuan itu. Nania pun lebih senang mengungkapkan seluruh isi hatinya ke dalam 'buku merah'. Buku merah adalah buku bersampul merah yang ia tuliskan berbait-bait puisi di dalamnya, curahan hatinya.
Hampir seperti kebanyakan novel metropop lainnya, novel ini juga menceritakan peliknya kisah cinta segitiga antara Nania, Alvan, dan Raka. Alvan yang lebih dulu mengenal Nania, yang selalu ada untuk Nania, melindunginya, menyayanginya dan menerima Nania apa adanya. Dan Raka adalah lelaki yang Nania impikan, yang seperti ia bayangkan dan khayalkan dalam bait-bait puisinya.
Namun, novel ini tidak seperti ekspektasi awal saya. Ketika membaca judulnya, saya pikir novel ini akan mengangkat kisah fantasi di mana tokoh Pangeran Kertas -Raka- itu hanya imajinasi atau sejenis manusia kasat mata -peri-. Atau, saya pikir Nania jatuh cinta dengan tokoh imajinasinya sendiri, tokoh Pengaran Kertas yang ia 'hidupkan' dalam bayangannya saja. Tapi ternyata diluar dugaan, Pangeran Kertas itu benar-benar ada dan memiliki kesamaan dengan tokoh Nania sendiri. Mereka sama-sama senang menulis puisi, memiliki buku merah, dan memiliki perasaan mendamba yang sama.
Kekecewaan saya hilang karena adanya poin plus-nya. Kisah cinta segitiga yang ditulis oleh Syahmedi Dean di novel ini membuat tebakan saya sejak awal jadi terbantahkan. Seperti biasa, di tengah-tengah novel saya suka menebak-nebak seperti apa endingnya. Siapkah kamu bermain tebak-tebakan? Menebak dengan siapa Nania akan berakhir, bagaimana Alvan atau Raka pada akhirnya? Jawaban dari pertanyaan itu akan membuat perasaan teraduk-aduk di akhir cerita.
But, novel ini juga mengandung beberapa kutipan dan puisi yang indah. Bersiap-siaplah untuk jatuh cinta dengan bait-bait puisi yang ada di halaman-halaman novel Pangeran Kertas ini, guys!
Tak ada yang lebih cantik ketika bulu mata seorang wanita basah karena air wudu.
Salah satu puisi yang paling bisa membuatku tersenyum-senyum terpesona:
-Senyum-
Mari tanganmu
Biar kutuntun meninggalkan duka
Hatimu cuma bisa berdenyut
Sementara bola matamu sungguh memerlukan pandangan mataku
Coba lihat hujan
Tetes-tetesnya baik untuk kaki kita berdua
Coba lihat tanganmu
Simpan senyumku di situ
Erat-erat
-Senyum-
Mari tanganmu
Biar kutuntun meninggalkan duka
Hatimu cuma bisa berdenyut
Sementara bola matamu sungguh memerlukan pandangan mataku
Coba lihat hujan
Tetes-tetesnya baik untuk kaki kita berdua
Coba lihat tanganmu
Simpan senyumku di situ
Erat-erat

0 comments:
Post a Comment