[Book Review] Looking for Alaska, John Green

Leave a Comment
Judul: Looking for Alaska
Penulis: John Green
Penerbit: Speak
Tebal: 221 halaman
Tahun Terbit: (Edisi) 2012
Rating: 4.5/5

The only way out of the labyrinth of suffering is to forgive. -John Green

Novel ini adalah kedua karangan John Green yang saya baca setelah The Fault in Our Stars. Novel Looking for Alaska mencerikana tentang kehidupan seorang remaja lelaki nerd bernama Miles (Pudge) yang suka sekali membaca buku biografi dan menghafal setiap kata terakhir yang dikatakan oleh tokoh tersebut sebelum tokoh itu meninggal dunia. 

Cerita seru Looking for Alaska ini berawal ketika Miles (Pudge) yang merasa tidak memiliki kehidupan yang menyenangkan seperti teman-temannya di Florida memilih untuk pindah ke salah satu boarding school bernama Culver Creek di Alabama. Di sekolah ini, Miles memiliki kawan sekamar bernama Chip (Colonel), lelaki bertubuh kecil dan energetic, yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda dengannya. Tidak hanya itu, Chip juga memperkenalkan Miles (Pudge) dengan teman-temannya yang lain. Ada Takumi, remaja lelaki asal Jepang yang juga seorang rapper. Lara, gadis asal Romania yang menyukai Miles sejak awal, dan yang paling bitchy, naughty, crazy, smart, and the gorgeous, Alaska Young. 

Miles (Pudge) mengalami banyak hal yang berbeda selama di Culver Creek. Pertemuannya dengan Chip, Takumi dan Alaska membuat hidupnya menjadi lebih berarti. Ketika bersama-sama, mereka bisa melakukan apa saja. Mereka bisa menjadi diri mereka sendiri, menjadi gila dan menjadi genius dalam waktu yang bersamaan. Mereka bermain bersama, belajar bersama, dan merencanakan prank bersama-sama. Dan di Culver Creek, Miles berhasil mendapatkan The Great Perhaps.

Secara keseluruhan, novel ini menceritakan tentang persahabatan mereka berlima. Namun, untuk kamu yang berharap kisah romantis, jangan terlalu kecewa dan jangan terlalu banyak berharap juga. Looking for Alaska juga memberikan efek-efek romantis dan cerita cinta yang membuat saya sendiri tidak tega menghabiskan buku ini terlalu cepat. Dan jelas, seperti novel TFIOS sebelumnya, Looking for Alaska sukses membuat emosi pembaca tercampur aduk. Setiap tokoh juga memiliki karakter dan sifat yang khas dan unik. Sekali lagi, John Green memang pandai menghidupkan tokoh-tokohnya. Kita seperti merasakan apa yang dirasakan di tokohnya, melihat apa yang dilihat tokohnya dan ikut terbawa dalam cerita, seolah-olah kita adalah si tokoh 'Aku' dalam ceritanya. 

Well, novel ini juga memiliki banyak kutipan-kutipan yang menarik. Ending cerita? Tidak akan seperti-yang-saya-atau-kalian-coba-bayangkan. Kalian akan dibawa berputar-putar dalam novel ini, ikut mencari kata kunci di setiap masalah yang ada, terbawa suasana gembira, menegangkan, haru dan tadaa! Novel Looking for Alaska: 4.5/5! 

At some point, you just pull off the Band-Aid, and it hurts, but then it's over and you're relieved.

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments: