Ramadhan di Aceh #2

Leave a Comment

Selamat pagi!!! Masih semangat, dong, ya, puasanya. Hehe... Sekarang sudah masuk hari ke lima belas di bulan Ramadhan. Untuk ibu-ibu dan para gadis pasti sudah mulai sibuk mengurusi rumah dan kue-kue kering yang akan disajikan saat lebaran nanti. Nah, berhubung momennya pas untuk ngomongin kue-kue lebaran, kali ini kita intip kue-kue lebaran khas Aceh, yuk! 

Ini yang pertama, Kue Pret. Namanya terdengar agak aneh ditelinga. Tapi jangan salah, kue yang satu ini rasanya gurih dan renyah. Kalau ditanya kenapa dinamai 'Pret', jawabannya mungkin karena pada saat kue ini keluar dari cetakannya terdengar bunyi 'preeeet...preeet'. Hehe...  Pembuatannya gampang saja, bahannya juga mudah dicari. Kue ini menggunakan bahan tepung beras, santan serta garam dan gula secukupnya sebagai perasa. Adonan kue pret ini nantinya dimasukkan ke dalam cetakan khusus dan menghasilkan bentuk seperti mie. Setelah itu digoreng dalam minyak panas dan siap dimasukkan ke dalam toples lebaran.


Kue Seupet, kalau bahasa Indonesianya kue semprong. Kue ini dibuat dengan cara dipanggang dengan menggunakan cetakan khusus. Di dalam cetakannya terdapat motif tertentu. Nantinya adonan kue seupet ini dimasukkan ke dalam cetakan lalu dijepitkan, sehingga menciptakan motif pada kue seupet yang sudah matang. Kue ini aslinya tipis dan berbentuk lingkaran. Tapi untuk membuatnya lebih cantik saat dimasukkan ke dalam toples maka saat kue ini baru keluar dari panggangannya langsung di lipat empat atau di gulung seperti bentuk pipa. Soal rasa, nggak perlu diragukan lagi. Rasanya yang manis dan gurih membuat kue ini paling cepat habis dari toples kue. 




Ini nggak kalah unik, Kue Karah. Kue karah ini seperti serabut-serabut ranting pada sarang burung yang di yang dibentuk bulan sabit. Bahan dasar kue ini adalah tepung beras yang ditiriskan melalui sebuah batok kelapa yang digantung dan di ayun-ayunkan di atas penggorengan. Rasa kue karah ini manis dan renyah. Cocok disajikan dengan kopi aceh atau teh hangat.



Selanjutnya, Kue Kembang Loyang atau Nyap. Tidak hanya cantik, tapi rasanya juga enak. Kue ini dibuat dengan bahan dasar tepung roti yang dicampurkan dengan gula, telur, sari pati santan, dan wijen (jika suka). Proses memasakknya, cetakan kue ini dipanaskan terlebih dahulu bersama dengan minyak goreng di wajan penggorengan, lalu pas masih panas-panas, cetakannya dicelupkan ke dalam adonan kue kembang loyang dan dimasukkan lagi ke dalam wajan penggorengan. Tujuan cetakannya itu dipanaskan terlebih dahulu di dalam minyak agar adonan kue kembang loyang bisa menempel dengan sempurna di cetakannya. Saat kue sudah mulai setengah matang, kue yang masih menempel di cetakan digoyang-goyangkan agar lepas dari cetakan.




Nah, yang satu ini pasti nggak asing lagi kali, ya! Timphan
Kue yang satu ini bisa dikatakan kue yang wajib ada di rumah-rumah setiap lebaran. Soalnya, selain rasanya enak, kue ini juga salah satu kue yang digemari oleh semua usia. Bahan untuk membuat kue ini juga gampang dicari. Adonan tepungnya terbuat dari tepung ketan, telur, santan, bubuk vanili dan garam secukupnya. Biasanya adonan tepung timphan ini dimodifikasi dengan ditambahkan pisang, labu kuning, atau ubi ungu yang dihaluskan bersama dengan santan. Untuk isinya ada dua pilihan, bisa menggunakan srikaya atau kelapa. Srikaya sendiri terbuat dari telur dan gula yang dimasak bersamaan. Di keluarga kami, biasanya ditambahkan sedikit bumbu spekuk (campuran rempah-rempah; kayu manis, cengkeh, pala, dan kapulaga) ke dalam adonan telur dan gula untuk menghilangkan bau amis pada telur. Adonan tepung timphan yang sudah kalis, tinggal di bentuk seperti lingkarang kecil di atas daun pisang, lalu masukkan isinya, digulung, dan dikukus. Jadi, deh! 




Sekarang sudah punya rencana untuk buat kue yang mana, nih? Hehe... Kalau ada yang penasaran dengan kue-kue di atas, untuk resep lebih jelasnya bisa coba di-browsing lagi, ya. Maaf jika ada informasi yang kurang lengkap atau tidak berkenan. Saran dan kritik dari pembaca sangat dinantikan. Selamat puasa! :)




Source :
http://acehtourismagency.blogspot.com/2012/08/10-makanan-khas-tradisional-aceh.html#ixzz2ZIrjsryU
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments: