Siapa yang tidak senang menyambut bulan Ramadhan penuh berkah? Bulan yang paling ditunggu-tunggu kedatangannya setiap tahun karena setiap ibadah yang dilakukan mendapatkan pahala berlipat-lipat ganda. Bukan hanya itu yang membuat bulan Ramadhan dinanti-nanti tetapi juga suasana kebersamaan dengan para anggota keluarga, berbagai macam tradisi penyambutannya, dan kuliner-kuliner tertentu yang paling sering disajikan di atas meja selama bulan Ramadhan. Well, hari ini kita bahas beberapa tradisi dan kuliner spesial selama Ramadhan.
Pertama-tama, tradisi menjelang Ramadhan di Aceh. Tradisi Meugang (baca: meu-gang). Meugang adalah tradisi masyarakat Aceh untuk menyambut hari-hari besar agama Islam. Dalam setahun, meugang dilakukan tiga kali; menyambut bulan Ramadhan, menyambut hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Meugang sendiri memiliki arti membeli dan memakan daging. Biasanya daging sapi atau kambing yang disembelih dengan halal. Tradisi meugang ini terbilang istimewa, terutama bagi masyarakat Aceh yang jarang mengkonsumsi daging.
Tradisi ini biasanya dimulai sekitar 2 atau 3 hari sebelum bulan Ramadhan atau lebaran tiba. Masalah harga, para pembeli harus pintar-pintar dalam menawarkan harga dan jeli dalam membeli daging yang masih segar. Dan untuk mendapatkan harga yang tidak terlalu mahal lebih baik membeli daging 3 hari sebelumnya karena biasanya semakin dekat dengan hari 'H', penjual akan menaikkan harga daging yang mereka jual.
Tradisi Meugang dianggap memiliki nilai-nilai religius karena pelaksanaannyaa dilakukan untuk menyambut hari-hari besar agama Islam. Meugang bisa juga dikatakan sebagai rasa syukur masyarakat Aceh karena akan dan dapat merasakan berpuasa di bulan Ramadhan lagi. Selain itu, tradisi ini memegang kepercayaan bahwa nafkah yang sudah dicari selama 11 bulan harusnya dinikmati bersama keluarga besar untuk menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah. Sedangkan Meugang yang dilaksanakan untuk menyambut hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dianggap sebagai tanda syukur kepada Tuhan karena telah memberikan kesempatan pada umatnya untuk meraih kemenangan.
Nah, daging yang dibeli oleh para ibu atau ayah itu, nantinya akan dimasak dirumah dengan berbagai macam resep. Bisa menggunakan resep-resep masakan khas Aceh seperti Sie Reboh (daging rebus) dan Kuah Beulangong. Bisa juga dengan resep nasional seperti rendang atau masak kecap (semur daging).
Well, selesai dengan tradisinya. Kita lirik kuliner-kuliner Aceh spesial Ramadhan.
Kita mulai dengan kuliner yang paling kusukai selama bulan Ramadhan. Yap! Bubur Kanji. Hampir sama dengan bubur ayam pada umumnya, tapi bubur ini lebih enak karena tambahan rempah-rempahnya. Bahan dasarnya adalah beras ketan yang sudah disangrai terlebih dahulu. Kemudian beras tersebut dimasak bersama kaldu udang atau daging. Tapi di beberapa daerah di Aceh ada juga yang menggunakan santan atau air biasa untuk memasak beras ketan tersebut. Tergantung selera, sih. Kalau yang suka rasa gurih-gurhi-manis, mungkin lebih baik jika dimasak menggunakan air kaldu (bisa kaldu rebusan udang atau daging). Kalau yang suka rasa sedikit berlemak bisa menggunakan sedikit santan. Atau untuk yang tidak suka lemak atau alergi daging atau udang, bisa menggunakan air biasa. Tapi jelas saja yang menggunakan air biasa akan menghasilkan bubur kanji dengan rasa yang biasa-biasa saja.
Bubur kanji bisa ditambahkan juga dengan sayuran seperti kentang yang dipotong dadu. Bisa juga ditambahkan udang atau daging, sesuai selera. Nah, untuk rempah-rempahnya, bubur kanji menggunakan rempah antara lain ketumbar, merica, adas manis, jahe, buah pala, buah pekak, dan kayu manis. Mungkin ini yang membedakan bubur kanji dengan bubur ayam biasanya. Rempah-rempah ini yang membuat bubur kanji lebih harum dan bisa menghangatkan tubuh.
Kuliner kedua: Ie Bu Peudah. Sejenis bubur tapi bahan utamanya adalah kumpulan rempah-rempah, biji-bijian, kacang-kacangan, beras, dan daun-daunan yang ditumbuk bersama. Kata orang tua zaman dulu, ada 44 macam dedaunan yang ditumbuk bersamaan dengan rempah-rempah dan beras tersebut. Biasanya, menjelang Ramdhhan, nenek-nenek dari desa yang masih memiliki resep rahasia bumbu bubur Peudah ini akan menjual bumbu buatannya ke pasar-pasar.
(Kurang lebih beginilah bahan utama Ie Bu Peudah)
Dikeluarga kami biasanya Ie Bu Peudah dicampurkan dengan sayur-sayuran seperti pipilan jagung manis, ketela yang dipotong-potong dadu, kacang tanah, daun pepaya yang dirajang kecil-kecil, dan kacang panjang. Bukan hanya rasanya yang enak dimulut, Ie Bue Peudah ini juga bisa menghangatkan tubuh karena kaya akan rempah-rempah dan memperlancar pencernaan karena mengandung banyak serat dari sayur-sayurannya. Yummy!
Kuliner ketiga: Sambai oen peugaga (sambal daun pegagan). Sambal daun pegagan ini berbeda dengan sambal yang biasanya. Sambai oen peugaga ini adalah lauk nasi yang terbuat dari daun pegagan yang dirajang dengan ukuran halus-halus kemudian dicampurkan dengan bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan. Sambal ini juga menggunakan kelapa parut sebagai bahan utamanya selain daun pegagan. Bahan-bahan lainnya yang juga ikut menambah rasa antara lain cabai hijau (bisa juga ditambahkan cabai rawit, sesuai selera), daun jeruk, bawang merah secukupnya, batang sereh yang diiris tipis, air jeruk nipis, kacang tanah yang sudah digoreng dan dihaluskan, dan garam. Bahan-bahan tadi diuleg bersamaan sampai halus. Setelah itu baru dicampurkan dengan cincangan daun pegagan.
Sambai oen peugaga ini tidak hanya lezat rasanya, tapi juga merupakan salah satu makanan yang baik untuk dikonsumsi karena khasiat daun pegaga itu sendiri adalah pemberi nutrisi bagi otak. Jadi, dengan kata lain dalam satu piring sambai oen pegaga kita bisa mendapatkan nutrisi untuk otak, serat untuk pencernaan, dan kelezatan tiada tara!
Sambai oen peugaga ini tidak hanya lezat rasanya, tapi juga merupakan salah satu makanan yang baik untuk dikonsumsi karena khasiat daun pegaga itu sendiri adalah pemberi nutrisi bagi otak. Jadi, dengan kata lain dalam satu piring sambai oen pegaga kita bisa mendapatkan nutrisi untuk otak, serat untuk pencernaan, dan kelezatan tiada tara!
Sementara tiga menu dulu, ya! Foto dari masing-masing kuliner diatas akan menyusul dalam waktu dekat, Insha Allah. Selamat puasa, Rakan! :)


.jpg)
0 comments:
Post a Comment