[Book Review] Me Before You, Jojo Moyes

Leave a Comment
You only get one life. It's actually your duty to live it as fully as possible.

Satu kutipan dari buku Me Before You di atas bisa mewakili hampir ke seluruhan isi cerita di dalamnya. 

Will Traynor, lelaki tampan, sukses dan kaya raya harus menerima kenyataan bahwa kecelakaan lalu lintas yang dialaminya mengubah seluruh jalan hidupnya. Will mengalami quadriplegia C5/6 (cidera tulang belakang) yang menyebabkannya mengalami kelumpuhan pada sebagian besar alat geraknya. Will tidak dapat menggunakan kedua kakinya lagi dan hanya memiliki sedikit kemampuan untuk menggerakkan tangannya atau jarinya. Tidak hanya kelumpuhan, berbagai penyakit dan infeksi juga sering menyerang tubuhnya. Dan Will tau, tidak akan ada kesembuhan untuk penyakitnya.

Di sisi lain Kastel Stortfold, Louisa Clark, gadis lincah yang nyentrik, hidup dalam keterbatasan materi. Ia diberhentikan dari The Buttered Bun karena sang pemilik kafe harus dengan sangat terpaksa kembali ke negara asalnya. Sementara itu, Katrina (adiknya Lou) berhenti melanjutkan kuliahnya dan menjadi penjaga toko bunga. Dan juga Dad yang terancam akan di-PHK dari pabrik tempatnya bekerja. Seluruh tanggung jawab keluarga berada di tangan Lou. 

Melihat semakin memburuknya keadaan di rumah, Lou mencari pekerjaan di Bursa Tenaga Kerja sehari setelah pemecatannya. Tidak ada pekerjaan yang lebih baik dari pada menjadi asisten perawat. Lou hanya memiliki kontrak kerja selama 6 bulan dan dijanjikan gaji yang sangat besar. Lou tidak pernah membayangkan dirinya menjadi asisten perawat. Namun, mengingat banyaknya kebutuhan akan biaya hidup keluarganya, Lou pun menerima pekerjaan itu.

Kehidupan Lou yang baru bermula di sini. 

Wawancara yang dilaluinya bersama Mrs. Traynor, Ibunya Will, membuat Lou tidak yakin akan pilihannya menerima pekerjaan sebagai asisten perawat di rumah mereka. Di satu sisi, pekerjaan ini tidak semenarik pekerjaannya di kafe yang dulu. Ditambah lagi dengan sikap Mrs. Traynor yang terlihat sangat tidak bersahabat. 

Awalnya, Lou merasa kurang nyaman bekerja pada keluarga Traynor. Kesan pertamanya terhadap Will tidak berjalan lancar. Will terlihat ketus dan sangat tertutup. Setiap kali Lou mencoba untuk berbicara dengannya, Will mengabaikannya. Seluruh waktu kerja yang di habiskan Lou mulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 petang terasa seperti di neraka. Bukan hanya itu, Lou juga harus memastikan segala kebutuhan Will, menjaganya tetap aman dan terbebas dari masalah atau kekambuhan penyakit-penyakit dan infeksinya, serta harus mengetahui segala obat dan antibiotik yang diperlukan Will dalam keadaan darurat ketika perawat pribadinya sedang tidak berada di tempat.

Namun, semakin lama sifat ketus Will tidak menjadi masalah bagi Lou. Lou mencoba mengerti dan memahami apa yang dirasakan oleh Will. Lou bahkan banyak membaca cerita tentang penyakit yang diderita oleh orang-orang yang seperti Will. Ia bahkan bergabung dengan forum penderita quadriplegia melalui internet sekedar berbagi pengalaman dan meminta beberapa saran. 

Lou berhasil menjinakkan Will sedikit demi sedikit. Will mulai mengajaknya menonton film di ruang keluarga bersama-sama, duduk di taman, atau membaca novel yang dibelikan olehnya khusus untuk Lou. Sedikit demi sedikit pula, berbagai rahasia di antara mereka terbongkar. Lou semakin mengenal Will yang sebelum dan sesudah kecelakaan itu. Begitu pula Will yang mulai mengenali kehidupan sederhana seorang Lou, asisten perawatnya.

Hingga pada satu hari, Lou tidak sengaja mendengarkan percakapan tentang Will dari Mrs. Traynor dan Georgia, adik perempuan Will. Sebuah rahasia besar yang mengungkapkan segalanya. Sebuah rahasia yang juga menghancurkan segala usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh Lou kepada Will dan keluarga itu.



Menyenangkan! Novel setebal kurang lebih 600 halaman ini berhasil membuat emosiku pasang surut selama membacanya. Ada bagian di mana aku membenci Will dan ingin membantu Lou supaya membekap mulutnya dengan bantal. Di lain bagian, aku merasa Will adalah lelaki yang hebat dengan keterbatasan fisiknya. Ia bertanggung jawab, berwawasan, dan tipe lelaki yang layak dijadikan pendamping hidup. 

Begitu pula dengan Lou. Aku menyukai Lou yang ceria dan membawa kebahagiaan bagi orang lain. Sifatnya yang pantang menyerah membuatku terkagum-kagum pada tokohnya. Lou yang dengan sangat sabar menghadapi Will dan rela berkorban demi membahagiakan siapapun yang dicintainya. Will dan Lou pasangan serasi. Sungguh!

Dalam penulisannya sendiri, Me Before You (versi terjemahan Gramedia) merupakan salah satu novel bertema romance yang harus menjadi bacaan wajib pecinta genre romance. Abaikan ketebalan halamannya karena begitu kita membuka sub-bab demi sub-bab di dalamnya, kita bisa langsung tenggelam dalam kumpulan-kumpulan paragrafnya. Ceritanya benar-benar detail dan kompleks. Dan yang paling aku suka adalah pembahasan kontroversial yang menjadi main-story dari novel ini. Setidaknya, pengarang novel ini sedang berusaha untuk memberikan pengetahuan tentang 'masalah kontroversial' itu dan penyakit quadriplegic kepada pembacanya. 

Well, novel ini juga menyisipkan secara singkat 4 sudut pandang yang berbeda pada beberapa chapter-nya; Camillia Traynor (ibu Will), Nathan (perawat pribadi Will), Staven Traynor (ayah Will), dan Katrina (adik Lou). Dan POV dari keempat orang ini membantu pembaca untuk mengerti apa yang sebenarnya dirasakan oleh orang-orang terdekat Will dan Lou. Tapi sebenarnya aku berharap Jojo Moyes menuliskan POV dari Will juga. 

Jadi, kesimpulannya adalah, bintang 5 untuk novel ini.



I will never, ever regret the things I've done. Because most days, all you have are places in your memory that you can go to.”

I thought, briefly, that I would never feel as intensely connected to the world, to another human being, as I did at that moment

Do you know how hard it is to say nothing? When every atom of you strains to do the opposite? I had practiced not saying anything the whole way from the airport, and it was still nearly killing me 

You can only actually help someone who wants to be helped.



Me Before You
Penulis: Jojo Moyes
Ketebalan: 656 halaman
Tahun terbit: Mei 2013
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Rating: 5 out of 5 stars




Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments: